Jl. Balaikambang No. 16, Barurambat Kota, Kec. Pamekasan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur 69313 082232147479
smpn2pmksan@gmail.com

SMPN 2 Pamekasan Kembangkan SILADA, Inovasi Digital untuk Pengelolaan Laboratorium Sekolah

Kegiatan 08 October 2026 Dian OP 120 dilihat
SMPN 2 Pamekasan Kembangkan SILADA, Inovasi Digital untuk Pengelolaan Laboratorium Sekolah

MEDIA SEMPADA – SMP Negeri 2 Pamekasan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengimbasan Digitalisasi Laboratorium Sekolah yang dilaksanakan di Laboratorium IPA SMPN 2 Pamekasan pada Kamis (8/10/2026), pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Kegiatan pengimbasan disampaikan oleh Ilham Maulana Rahman, S.Pd., salah satu guru Informatika SMPN 2 Pamekasan yang akrab disapa Bapak Alan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Tahap 1 di Wilayah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur pada 14–25 September 2026.

Dalam pemaparannya, Bapak Alan menjelaskan pentingnya pengelolaan administrasi laboratorium yang tertib, efektif, dan mudah diakses. Sebelumnya, sejumlah kegiatan administrasi laboratorium, seperti pencatatan inventaris alat dan bahan serta pengelolaan peminjaman dan penggunaan laboratorium, masih dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya inovasi untuk menyederhanakan proses administrasi sekaligus meningkatkan keteraturan pengelolaan data.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, dikembangkanlah SILADA (Sistem Informasi Laboratorium SEMPADA), sebuah aplikasi berbasis website yang dirancang untuk membantu pengelolaan inventarisasi alat dan bahan laboratorium serta administrasi peminjaman dan penggunaan laboratorium secara digital.

Melalui SILADA, data laboratorium dapat dikelola dalam satu sistem sehingga proses pencatatan, pencarian, dan pembaruan informasi diharapkan menjadi lebih praktis dan terorganisasi. Kehadiran aplikasi ini juga diharapkan dapat memudahkan guru dalam mengakses informasi serta melakukan administrasi ketika akan menggunakan laboratorium untuk kegiatan pembelajaran. 

Bapak Alan menyampaikan bahwa penerapan SILADA dilakukan secara bertahap, dengan membiasakan tenaga laboratorium dan seluruh guru untuk memanfaatkan aplikasi tersebut dalam kegiatan sehari-hari. 

“Target jangka pendeknya membiasakan tenaga laboratorium dan seluruh guru untuk menggunakan aplikasi SILADA. Sejak pengimbasan ini selesai, sistem tersebut sudah bisa langsung diterapkan,” jelasnya.

Meski demikian, pengembangan SILADA tidak berhenti pada pembuatan aplikasi dan pengenalan fitur. Sistem ini masih memiliki ruang untuk disempurnakan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan masukan dari para pengguna. Pembaruan data, evaluasi penggunaan, serta pengembangan fitur menjadi bagian penting untuk memastikan aplikasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung hal tersebut, pendampingan kepada para pengguna juga akan dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga laboratorium dan guru semakin terbiasa mengoperasikan sistem digital ini. Dengan demikian, perubahan dari administrasi konvensional menuju digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan dan kebiasaan penggunanya. 

Langkah ini membawa pesan bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Inovasi dapat berawal dari keberanian mengenali persoalan sederhana, mencari solusi yang sesuai kebutuhan, dan menjaga agar solusi tersebut terus berkembang serta memberikan manfaat bagi banyak orang. (DOP)

Bagikan: Facebook X WhatsApp
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas

Ukuran Teks
Kontras Tinggi
Garis Bawah Tautan